Setiap detik yg ku lalui terasa hampa
ketika mentari berganti bulan
bahagiaku tetap direnggut sepi
sepi sunyi tiada kau sahabat terbaikku
berkaca pada puing dinding lukisan masa lalu
kau coretkan setiap kisah yg tlah kita tapaki
ta henti kau terus warnai cakrawala dengan tingkah unikmu
Sahabatku,
dengarlah jeritan hati jiwa yg terlantar
Sunyi menyepi ku tapaki sendiri pada hamparan airmata
ta ada cerita saat ini
ta ada tangisan bersama
ta ada canda tawa
mungkin tlah musnah smua
aku merindukanmu,
teramat sungguh rindu pada tangis tawa kalian
disini,
ditempat biasa kita berkumpul
kini tinggal aku sendiri terbunuh sepi
Kau,
sahabat ta dapat diungkap lewat butiran mutiara
berjuanglah sahabatku
kejar mimpimu
raih cita mu
kau boleh lupakan aku,
namun jangan pernah kau hapus coretan didinding cerita lalu
karna disana aku slalu merindu
berharap pada langit agar dapat bertemu walau hanya sekejap untuk menatap tawamu
tawa kalian,
sahabatku,
dengarkan aku,
aku rapuh tanpa kalian
temui aku digubuk tua yg slalu jadi sandaran kita semua...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar