Jauh sudah kakiku melangkah
berjalan pada tumpukan perih yg kian menikam
berdiri diatas kepingan hati yg retak
hanya berbekas tusukan pedih yang tlah membekas
berharap pada langit agar sembuhkan deritaku
Untaian kisah tlah aku lalui
sakit perih seolah menjadi pelajaran yang berarti
harus berdiri bangkit dari mati
terus berjalan menanti dan mencari bidadari penyembuh luka hati
biar hujan kini menjadi saksi
betapa aku sungguh lelah dalam penantian ini
Akhirnya,
tiba saat langkahku terhenti
jejakku ta berbekas
perihku kian mencabik diri
aku terjatuh,
aku putus asa
aku ta tau harus bagaimana saat ini
sungguh aku ta berdaya
aku pasrah ,
hanya dapat menunggu bidadari turun ke bumi
oh tuhan,
kuatkan aku dalam pekat perih yg ta henti menikam
Namun,,
ketika aku dalam penghujung nafas yg akan melepas nyawa dari raga
ketika tanganku ta dapat meraih apapun yg dapat ku gapai
kau hadir dengan senyuman indah
kau datang dgn nada merdu menyeru
kau raih tanganku yang kaku
kau rangkuh semangatku yg lumpuh,
mungkin,
tuhan tlah menjawab doaku
Setiap desahan nafasmu terasa menenangkan fikiranku
dari pancaran dua bola mata indahmu yakinkan jiwaku
jika kau hadir 'tuk sembuhkan perih derita masalaluku
lantunan suaramu tenang bagai sesantun sapaan senja
lembut kasihmu melebihi indah sayap pelangi
Izinkan aku bersandar dan memasung langkahmu
agar kau ta pergi jauh dariku
sungguh aku ta rela kehilangan wanita lembut yg menyayangiku sepertimu
takan ku biarkan air mata mengalir dipipi manismu
takan ku nodai setiap kisah yang akan kita ciptakan
kau dan aku menyatu dalam satu cerita
dan takan ku biarkan kisah ini berakhir dengan perih
Nurani diri pun luluh karena tingkahmu yg anggun
wanita terindah yg kini tlah ku miliki
wanita yg kini jadi pemilik diri dgn hati yg perih ini
takan terusik
takan terganti
takan pernah tersisihkan
takan pernah dan takan pernah terjadi kau ku tinggal pergi
biar jagat ini menjadi saksi kisah kita kan terus bersemi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar