Bungkam mulutmu
sembunyikan kata busukmu
kunci kalimat bodoh terlontar maksimal
takan terhenti bila tak menyakiti
pendusta bagai iblis terkutuk penghuni neraka
haaa percuma bila hiduppun ta ada guna
Mengapa kau ta mati
menyusul jejak sang pengumbar janji
biarkan menyepi wangi bunga taman lidah siksa melati
terbakar sumpah janji terhianati
terjawab sudah penantian jiwa tulus mencintai
kau balas ilusi hancurkan angan mimpi
bedebah..
Tak sadarkah kau setiap tetes darah yang tak terbeli
tak salah bila kini kau ku caci maki
Suci Tuhan kau kotori dengan serapah sembah janji harap murka
setan tlah hinggap pada panas busuk hati nurani
semua katamu tak lebih dari sekedar sampah
tak berarti hanya bualan kalimat seindah pelangi
hingga rona jingga senja pun turut murka akan sikap hina mu
wanita yg pernah aku puja tak lebih dari petaka dalam derita
persetan dengan semua rasa yg tercipta
ku lenyapkan bersama dendam mengalir pada airmata
sadarlah sayang!!
Keangkuhanmu tlah siap hancurkan nyali hingga kau terbaring mati
dan jika kau mati
kan kudatangi nisanmu
ku injak dan tertawa diatas mayatmu
tanyakan tentang harga
kini sepeserpun lebih berarti dari ragamu
pergi saja!
Santuni setiap pengemis yang menyembah cintamu
kelak kan kau rasakan terlelah menikmati derita
seorang bajinganpun lebih terhormat
bahkan gelandanganpun lebih mulia dibanding jiwamu
pendusta besar,
semoga kau mendengar dan tersadar...!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar