Lima Tahun Bukan waktu yang Mudah Untuk Mempertahankan rasa yg tlah tertanam
lalui Hari Dengan harap yang ta pasti
Aku tau,
aku memang Ta pantas mendampingimu
tlah ku sadari dengan matang sgala kekuranganku
sgala kebusukanku
Entah Iblis apa yg merasuk otakku
hingga aku tetap bertahan dalam perih
menatap walau tanpa mata
andai kau tau di setiap doaku
slalu terselip harap memiliki
aku seperti Bukan diriku dikala aku merindukanmu
Penantianku Ta sempurna
buah perih yang ku petik di ujung penantian
Cintaku Cacat
semua harap pecah ketika ku dengar jawaban itu darimu
aku harus seperti apa?
Semua inginmu tlah aku penuhi
namun mengapa kau ta pernah jujur padaku?
Apa memang manusia sepertiku ta layak dapatkan bahagia yang utuh?
Oh tuhan,
jujur,
aku ta mampu bernafas bila harus terus menghirup perih
aku ta mampu membuka mata bila harus menatap Rindu
aku ta sanggup Hidup bila harus tetap menahan luka atas cinta yg ku tanam
Sayang,
jika memang kau enggan ada aku dihidupmu
aku ingin mati dipelukanmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar