Saat ini Aku muak berkata kata
terlebih aku Benci dengan kalimat indah
diotakku hanya kesal berkecambuk nista bersarang
seakan tiada berarti kehadiranku disisimu
ta pantas kah aku memilikimu?
Apa hanya aku yg teramat berlebihan padamu?
Haaaaah,,
semua membuat aku enggan untuk bertahan hidup
bukan berarti aku laki2 yg ta mampu menahan gejolak
namun aku malas menjalani semua ini sendiri
Bernafaspun percuma bila tetap perih terhirup dan merusak jantungku
mungkin lebih baik mati menikmati siksa dari dosaku
Setiap kali mengenal wanita
setiap kali ku tanamkan rasa
namun tetap saja yang ku petik hanya buah derita
ta ada bahagia ku dapat
kau membedakan antara aku dan dia, seseorang yg pernah jadi kekasihmu
aku slalu tercampakan
mungkin aku pun ta dianggap kehadiran nya,
disini,
di dalam kesunyian hanya ditemani kesabaran aku slalu merindukanmu
walau mungkin kau ta pernah merindukanku
bagaimana kau hendak rindu,
kabar dariku pun ta kau inginkan
Oh Tuhan,
Sampai kapan aku menahan smua luka,?
Bagai Kayu yang tertanam ribuan paku
walau tlah tercabutpun masih ada bekas pahatan yang tertinggal
harus seperti apa aku bertahan?
Jikalau ia slalu membedakan aku?
Lelaki yang dulu pernah memilikinya pun pernah menjadi raja,
namun mengapa aku yg menjadi rakyat jelata dihatinya?
Yg slalu teraniaya dan ta kuasa membantah semua ucap dari mulutnya
perbedaan ini menyiksa
aku memang seperti ini,
namun ingat,
ta semua makhluk dapat kau injak...!
Jika terpaksa, maka lepaskanlah..!
Aku bukan boneka yang bisa diperlakukan sesukamu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar