Kehidupan ini memang kejam
Sanggup merenggut setiap hal yg dimimpikan dalam sebuah angan
Seketika semua asa musnah tertiup bersama hembusan angin
Menggapai terang tetapi aku terlumpuh dalam gelap
Seakan dunia ta adil ketika aku berharap menepis dan menyentuh dinding hati seorang gadis
Dia yang ku mimpikan
Dia yang basuh luka lalu
Dia yang selalu ada dalam angan
Sungguh ketakutan kini menyapaku
Terlalu takut bila senja ta lagi dapat ku nikmati
Pernah kau ucap kalimat indah itu padaku
Yang hingga detik ini masih bergema di telingaku
Namun nyatakah kalimat itu bermuara dihatimu ?
Untuk mengaliri setiap tetesan darah yang terpompa di jantungku?
Apakah hanya kata biasa yang kau ucap layak detik yang berlalu ?
Sedang aku mencintaimu seperti bernafas,
Sedang aku menyayangimu seperti berkedip,
Ta lepas hal itu ku lakukan dalam setiap detik yang ku lalui
Sanggup merenggut setiap hal yg dimimpikan dalam sebuah angan
Seketika semua asa musnah tertiup bersama hembusan angin
Menggapai terang tetapi aku terlumpuh dalam gelap
Seakan dunia ta adil ketika aku berharap menepis dan menyentuh dinding hati seorang gadis
Dia yang ku mimpikan
Dia yang basuh luka lalu
Dia yang selalu ada dalam angan
Sungguh ketakutan kini menyapaku
Terlalu takut bila senja ta lagi dapat ku nikmati
Pernah kau ucap kalimat indah itu padaku
Yang hingga detik ini masih bergema di telingaku
Namun nyatakah kalimat itu bermuara dihatimu ?
Untuk mengaliri setiap tetesan darah yang terpompa di jantungku?
Apakah hanya kata biasa yang kau ucap layak detik yang berlalu ?
Sedang aku mencintaimu seperti bernafas,
Sedang aku menyayangimu seperti berkedip,
Ta lepas hal itu ku lakukan dalam setiap detik yang ku lalui
Kini seiring Harga BBM , BERAS, dan Harga SEMBAKO mulai mencuat melambung tinggi,
Seketika itu kau mulai mengikis perlahan hatiku
Perih, pedih , penuh derita ketika berkedip dan bernafas
Serasa menggendong asa yg kian terbakar
Andai ku tau kau ta menginginkanku
Takan ku tumbuhkan rasa yg kian berbunga namun tetap ta berbuah,
Kau bangkitkan aku,
Kau bawa aku pergi jauh ,
Dan kau tinggalkan aku di tengah2 hutan harapan
Yang ta tau arah untuk memulih
Kau pergi dan ta menolehku kembali,
Beri tau aku shortcut yang paling ampuh untuk menghapus segala anganku
Ketika semua akses menuju hatimu tlah kau runtuhkan bagai jembatan kutai,
Adakah cara yg paling tercepat melebihi pembelajaran bimbel ?
Yang aku tau,
Semua takan bisa membuat aku terlupa dengan semua tentangmu walau Amnesia sekalipun ,
Andai kau tau jika aku sungguh kepadamu,
Dan andai kau percaya hati yang hanya satu yang ku miliki ini utuh untukmu,
Ta terbagi sepeserpun untuk gadis lain,
Hanya kamu ,
Hanya satu dirimu senjaku.
Aku merindukanmu layak semi yang ta pernah gugur
Disini aku hanya ditemani dengan kepingan rindu, sebongkah asa , dan setetes harapku akan dirimu,
Aku mencintaimu ,, hanya satu dalam anganku -
Seketika itu kau mulai mengikis perlahan hatiku
Perih, pedih , penuh derita ketika berkedip dan bernafas
Serasa menggendong asa yg kian terbakar
Andai ku tau kau ta menginginkanku
Takan ku tumbuhkan rasa yg kian berbunga namun tetap ta berbuah,
Kau bangkitkan aku,
Kau bawa aku pergi jauh ,
Dan kau tinggalkan aku di tengah2 hutan harapan
Yang ta tau arah untuk memulih
Kau pergi dan ta menolehku kembali,
Beri tau aku shortcut yang paling ampuh untuk menghapus segala anganku
Ketika semua akses menuju hatimu tlah kau runtuhkan bagai jembatan kutai,
Adakah cara yg paling tercepat melebihi pembelajaran bimbel ?
Yang aku tau,
Semua takan bisa membuat aku terlupa dengan semua tentangmu walau Amnesia sekalipun ,
Andai kau tau jika aku sungguh kepadamu,
Dan andai kau percaya hati yang hanya satu yang ku miliki ini utuh untukmu,
Ta terbagi sepeserpun untuk gadis lain,
Hanya kamu ,
Hanya satu dirimu senjaku.
Aku merindukanmu layak semi yang ta pernah gugur
Disini aku hanya ditemani dengan kepingan rindu, sebongkah asa , dan setetes harapku akan dirimu,
Aku mencintaimu ,, hanya satu dalam anganku -
0 komentar:
Posting Komentar