Terekam jelas lantunan kalimat di memori
ketika sumpah serapah terucap dari mulutmu
disaat berdua menikmati panorama senja dipantai kuta
langit mulai menjinggakan raganya
lembayungpun mulai menampakan dirinya
seolah mereka menjadi saksi dr sumpah suci jiwa
ku duduk ditepian bibir pantai yg tersapu ombak
perlahan ku tatap matamu
berkaca-kaca seolah 'kan meneteskan air mata
lalu ku peluk erat ragamu
mencoba yakinkanmu bahwa aku slalu untukmu
takan pernah meninggalkanmu
kaupun ta ragu cium keningku
semakin yakin jika memang takdir kita bagai senja
slalu saling melengkapi
haripun mulai gelap
kaupun masih dalam pelukanku
seolah tak rela melepasku
dan aku yakinkan jiwamu
bahwa aku kan pergi tuk raih cita untuk masadepan berdua
airmatamu terus basahi pundakku
sungguh ta mampu ku lepaskan pelukanmu
begitu hangat damaikan jiwa
matakupun mulai basahi pipi
inilah saat terindahku bersamamu menikmati suasana senja dalam pelukan penuh kenangan
lalu aku sadarkan diri
jika aku memang harus pergi demi masa depan kau dan aku
ketika sumpah serapah terucap dari mulutmu
disaat berdua menikmati panorama senja dipantai kuta
langit mulai menjinggakan raganya
lembayungpun mulai menampakan dirinya
seolah mereka menjadi saksi dr sumpah suci jiwa
ku duduk ditepian bibir pantai yg tersapu ombak
perlahan ku tatap matamu
berkaca-kaca seolah 'kan meneteskan air mata
lalu ku peluk erat ragamu
mencoba yakinkanmu bahwa aku slalu untukmu
takan pernah meninggalkanmu
kaupun ta ragu cium keningku
semakin yakin jika memang takdir kita bagai senja
slalu saling melengkapi
haripun mulai gelap
kaupun masih dalam pelukanku
seolah tak rela melepasku
dan aku yakinkan jiwamu
bahwa aku kan pergi tuk raih cita untuk masadepan berdua
airmatamu terus basahi pundakku
sungguh ta mampu ku lepaskan pelukanmu
begitu hangat damaikan jiwa
matakupun mulai basahi pipi
inilah saat terindahku bersamamu menikmati suasana senja dalam pelukan penuh kenangan
lalu aku sadarkan diri
jika aku memang harus pergi demi masa depan kau dan aku
0 komentar:
Posting Komentar