Aku terjerat terlarut terfokus pada mimpi dan angan
terhenti sejenak dalam langkah perlahan
terbius ambisi meraih harapan
tak ada hal lain yang aku rasakan
hanya menelan sisa kepedihan…
Bahagia adalah hal sesaat aku rasakan
hanya kepedihan yang kini tersisa dalam sesak nafas kehidupan
luka lah abadi terpahat didinding hati…
Andai jiwamu dapat menerima hadirku
membuka celah ruang hatimu
agar dapat aku singgahi singgasana indahmu
satukan perbedaan lepaskan rindu dalam pelukan…
namun kembali aku sadarkan diri
matikan langkah kaki
bangkitkan jiwa yang meronta
dan membuka mata menatap hal nyata
tutup telinga takan ku dengar lagi teriakan hati…
sadar kah kau,
mulut manismu pun pernah berucap
katakan kalimat indah berpucuk cinta
mengukir janji-janji tenangkan diri
dan ketika ku tanyakan semua janji
sgala hal kau ingkari, wahai Pendusta!…
kau hancurkan semangat jiwaku
lumpuhkan jalan fikiranku
tak sadari kau pengukir bahagia berujung luka
ternyata aku salah mengenalmu,
kau si mulut MANIS berhati IBLIS,,
terhenti sejenak dalam langkah perlahan
terbius ambisi meraih harapan
tak ada hal lain yang aku rasakan
hanya menelan sisa kepedihan…
Bahagia adalah hal sesaat aku rasakan
hanya kepedihan yang kini tersisa dalam sesak nafas kehidupan
luka lah abadi terpahat didinding hati…
Andai jiwamu dapat menerima hadirku
membuka celah ruang hatimu
agar dapat aku singgahi singgasana indahmu
satukan perbedaan lepaskan rindu dalam pelukan…
namun kembali aku sadarkan diri
matikan langkah kaki
bangkitkan jiwa yang meronta
dan membuka mata menatap hal nyata
tutup telinga takan ku dengar lagi teriakan hati…
sadar kah kau,
mulut manismu pun pernah berucap
katakan kalimat indah berpucuk cinta
mengukir janji-janji tenangkan diri
dan ketika ku tanyakan semua janji
sgala hal kau ingkari, wahai Pendusta!…
kau hancurkan semangat jiwaku
lumpuhkan jalan fikiranku
tak sadari kau pengukir bahagia berujung luka
ternyata aku salah mengenalmu,
kau si mulut MANIS berhati IBLIS,,
0 komentar:
Posting Komentar